Friday, July 13, 2012

Mungkin…

Subuh mulai datang, mataku mulai terbuka, walau agak sedikit remang tapi aku masih melihat cahaya yang datang. Aku sibakkan selimut yang melilit di sepanjang tubuhku, mencoba untuk keluar dari kenyaman yang ada. Angin di luar mencoba masuk ke kamarku. Tapi sepertinya ia tak kuasa menembus rapatnya jendela yang berdiri sombong menjadi body guard ku.

Kini aku tertegun di bawah cahaya lampu belajar, mencoba untuk memahami segala yang terjadi di subuh hari. Dalam setiap bayang-bayang yang jatuh, aku mencoba memahami berbagai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam hidup. Salah satu kemungkikan itu ialah, mungkin saja suatu saat aku akan mengalami hal yang sama seperti apa yang rekanku alami beberapa jam yang lalu.

Seorang teman satu jawatan, kemarin pagi ketika ia datang, wajahnya cukup panik.. Selain ia harus menguji mahasiswa, ia juga harus menunggu detik-detik ketika istrinya hendak melahirkan. Suasana menjadi sangat genting. Aku hanya mendengar suaranya lalu ia hilang diterkam tikungan: mungkin ia pergi ke rumah sakit.

Kelahiran adalah sahabat baik kematian. Ketika kelahiran datang maka pada waktu yang bersamaan kematian juga sudah datang. Begitupun sebaliknya hingga keadaan seperti ini membuat bumi selalu cukup untuk dihuni oleh siapapun. Lalu temaram lampu memberikanku berbagai macam pertanyaan:

Mengapa siklus ini bisa terjadi ?

Bagaimana hukum alam ini bisa terus bergulir ?

Bagaimana hukum alam tersebut bisa ada untuk pertama kalinya ?

Dan siapa yang membuatnya ?

Pagi kian beranjak tinggi. Senyuman mentari mulai tersungging dari arah timur. Dekapan hangatnya kian terasa di setiap pori-pori. Kini aku kembali menapaki kehidupan yang ada. Dalam kelam aku berjalan, dalam sepi aku bernyanyi. Tak ada lagi yang dapat aku sambangi hanya pagi yang selalu memberi hangatnya mentari. Subuh kian terkuak tabirnya. Malam telah sirna. Izinkan aku sejenak menoleh keluar, agar aku dapat menyatu dengan segala ornamen-ornamen pagi.

Jakarta, 13 Juli, 2012

06.17 pagi.

No comments: